
Sambiloto dengan nama latin Andrographis paniculata adalag tanaman asli negara Asia Selatan, seperti India dan Sri Lanka. Namun saat ini tanaman ini ditemukan di negara lain seperti Thailand, Cina, dan Indonesia.
Kandungan Sambiloto
Kandungan fitokimia tanaman sambiloto antara lain :
- Andrographolide, zat ini terdapat di semua bagian tanaman. Bersifat analgesic, antidiabetes, antioksidan, dan antikanker.
- Diterpenoid. Zat ini bersifat antivirus, antibakteri, antiperadangan, dan antikanker.
- Flavonoid. Bekerja sebagai antioksidan.
- Xanthones.
- Polifenol. Zat tannin terdapat pada bagian daun dan kulit batang tanaman.
- Noriridoides
Manfaat Sambiloto dalam Kesehatan
- Meredakan gejala pilek dan flu
- Meredakan demam
- Meningkatkan imunitas tubuh
Kandungan andrographolide dalam tanaman sambiloto diketahui dapat membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Beberapa penelitian, sambiloto diketahui dapat meningkatkan jumlah limfosit (sel darah putih) yang berperan pada sistem imun dalam melawan virus atau bakteri penyebab penyakit.
- Meredakan dan mencegah peradangan
Kandungan di dalamnya diketahui dapat menekan sitokin serta oksida nitrat yang berperan dalam peradangan di tubuh.
- Mengontrol diabetes
Studi pada tikus percobaan menunjukkan efektivitasnya dalam melawan diabetes tipe 1, mengembalikan kadar glukosa dan kolin dalam batas normal. Meskipun demikian, perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikannya pada manusia.
- Menurunkan tekanan darah
Kandungan tanaman ini dapat memperlebar pembuluh darah, memastikan aliran darah yang lebih lancar. Namun, hati-hati diperlukan, terutama bagi mereka yang tengah menjalani pengobatan medis untuk hipertensi.
- Membantu mengobati kanker
Efek Samping konsumsi sambiloto jika dikonsumsi secara berlebihan :
- Sakit perut, mual, muntah, atau diare.
- Hilang nafsu makan.
- Sakit kepala.
- Pusing.
- Palpitasi atau jantung berdebar kencang.
- Kehilangan indera perasa.
- Pembengkakan kelenjar getah bening.
- Reaksi alergi, seperti ruam kulit.
- Cedera ginjal akut.
- Gairah seksual menurun
Interaksi dengan obat lain :
Berhati-hati saat akan menggunakan obat herbal andrographis. Pasalnya, obat ini dapat berinteraksi dengan obat yang sedang Anda konsumsi atau gunakan, seperti berikut ini.
- Antikoagulan.
- Antihipertensi.
- Immunosupresan.
- Paracetamol.
- Insulin atau agen hipoglikemik oral.
- Obat kemoterapi.
- Aminophylline.

Artikel ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Masyarakat jadi bersemangat menanam herbal sehingga tdk tergantung obat kimia sintetis. Terima kasih informasinya 🙏
baru tau ternyata sebanyak itu manfaatnya yaa, udah mirip kaya daun kelor
Apa bisa mengobati sakit liver?